Butuh 165000 Blangko e-KTP, Brebes Hanya Dapat 500 Keping Perbulan

o /

Brebes, Harianbrebes.com,- Sekitar 165 ribu masyarakat Kabupaten Brebes yang sudah mengajukan untuk pembuatan e-KTP masih harus menunggu, bahkan masih ada yang harus bolak-balik mengurus perpanjangan surat keterangan (suket) sampai dengan mereka menerima e-KTP.

Pasalnya, hingga bulan Oktober 2019 ini kebutuhan blangko e-KTP di Kabupaten Brebes mencapai 165.000 keping, sementara kuota blangko e-KTP dari Pusat hanya 500 keping perbulan.

Salah satu warga Desa Kendaga, Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, Ryana mengungkapkan sudah mengajukan pembuatan e-KTP sejak bulan Juli 2017.

“Terakhir pas bulan April 2018, saya tanya ke pegawainya dijawab (blangkonya) belum ada, dikasih kertas (suket) suruh datang lagi pas bulan mei. Saat itu datang lagi pun katanya belum ada juga,” keluhnya saat dihubungi, Sabtu, (12/10).

Tak hanya itu, ia juga mengeluhkan birokrasi yang panjang dan berbelit-belit. Pasalnya, proses membuat e-KTP yang digembar-gemborkan mudah dan cepat, kenyataan dilapangan masih ada warga yang merasa kesulitan, bahkan memakan waktu lama dengan berbagai macam alasan.

“Rekamnya di Kecamatan Larangan, tapi kan minta struk apa tanda tangane ke Disdukcapil,” ungkapnya.

Ryana yang sudah lama melakukan perekaman, akhirnya dengan tanpa e-KTP pun berangkat keluar Negeri. Untuk keperluan persyaratan administrasi Ryana hanya mengunakan suket yang sekarang masa berlakunya telah habis.

“Terakhir aku ke kecamatan itu habis lebaran 2018, masih belum ada, akhirnya ya aku berangkat,”

Sebelumnya, warga yang mengurus dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Brebes hanya diberi surat keterangan (suket), hal itu dikarenakan blangko e-KTP masih kosong.

“Karena jumlah alokasi blangko e-KTP yang terbatas,” jelas Kasi pindah datang dan pendataan penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Brebes, Eko Setyawan kepada Wartawan, Senin, (7/10).

Selain itu, Eko juga mengatakan, kelangkaan blangko e-KTP terjadi sejak bulan Juni 2019 dan setiap hari kedua ditiap bulannya langsung kosong.

”Kabupaten Brebes hanya mendapatkan jatah blangko 500 keping saja setiap bulan dari pusat. Satu hari langsung habis karena jumlah itu dibagi ke 17 kecamatan. Jadi, saat ini kosong blangkonya, tidak ada sama sekali,” ucap Eko.

Eko berdalih, pihaknya sudah berulang kali mengajukan permohonan e-KTP kepada pemerintah pusat.

“Disini kita sifatnya hanya mengajukan, semua bergantung kepada pemerintah pusat,” kata dia.

Padahal, hingga bulan Oktober 2019 ini kebutuhan blangko e-KTP di Kabupaten Brebes mencapai 165.000 keping.

“Ya dimungkinkan distribusi blangko e-KTP bisa selesai sampai tahun depan atau pada anggaran baru,” imbuhnya.

Sementara, pihak Disdukcapil hanya bisa memberi suket sebagai pengganti e-KTP kepada para pemohon. Suket ini bisa difungsikan layaknya e-KTP, namun hanya berlaku setiap enam bulan sekali.

“Kita berikan suket itu dengan masa berlaku enam bulan setelah diterbitkan, setelah itu bisa diperpanjang lagi,” pungkasnya.

Selain itu, Grup Jejaring Sosial Facebook di Pemali Brebes hingga sampai berita ini dimuat, masih diwarnai keluhan warga yang e-KTP mereka tak kunjung jadi. (Gust)

LEAVE A REPLY