Puluhan Penyangga Tuna Netra Latihan Baca Al-Qur’an Braille

o /

Brebes, Harianbrebes.com,- Mereka tidak bisa melihat menggunakan matanya, namun masih bisa melihat dengan mata hatinya. Bahkan tidak seperti orang kebanyakan, mereka bisa membaca dengan menggunakan sejenis sistem tulisan sentuh yang dikhususkan.

Adalah para penyandang tuna netra yang dengan mengunakan Al Qur’an Braille, mereka bisa terbantu membaca hingga menghafal Al Quran.

Bertempat di Pendopo Kalisoga, Desa Slatri Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, penyandang tuna netra dari beberapa perwakilan daerah di Jawa Tengah mengikuti kegiatan Pembukaan Pelatihan Membaca Al Qur’an Braille, Sabtu, (12/10) sore.

Kegiatan dengan tema Membumikan Budaya Membaca Al Qur’an Braille Di Kalangan Tuna Netra Muslim Indonesia, diadakan selama 5 hari dari tanggal 12 Oktober hingga Minggu (16/10/2019) dan baru diikuti oleh sekitar 20 orang.

Uniknya, Sudirman Said menandai dibukanya kegiatan ini dengan memukul Muyu atau alat musik tradisional yang terbuat dari kayu dan biasa digunakan biksu untuk menjaga irama lagu dan doa.

“Pembacaan Al-Qur’an dengan menggunakan huruf braille yang diselenggarakan oleh Yayasan Puspa Indah bekerja sama dengan Yayasan Raudlatul Makfufin (Taman Tunanetra) dan didukung Padepokan Kalisoga telah resmi dibuka. Bismillaahir Rahmaniir Rahiim,” ucapnya yang diakhiri dengan memukul Muyu beberapa kali.

Sudirman Said yang akrab dipanggil Dirman, mengatakan sengaja menggunakan Muyu untuk membuka kegiatan ini dengan alasan Kebhinekaan. Kegiatan ini, kata Dirman, muncul dari ide dari kawan-kawannya.

“Ini sebetulnya, ide dari Mas Budi dan kawan-kawan karena di Pesantrennya ada kegiatan membina kawan-kawan penyandang tunanetra,” ungkapnya.

Salah satu tujuan dari kegiatan ini, agar para penyandang tuna netra mampu membaca Al Quran braille dan mengembangkannya.

“Karena dirasa perlu mengembangkan kemampuan membaca Al Qur’an braille, maka dikembangkanlah,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, Dirman nampak memberikan waqaf Al Quran Braille dari para donatur dengan maksud untuk membumikan Al Quran kepada para penyandang tunanetra. Dan dengan harapan mereka juga kedepannya bisa menularkan kemampuan membaca Al Quran braille. (Gust).

LEAVE A REPLY