Bilik Mesum Di Grebeg, Sepasang ABG Di Gelandang Satpol PP

o /

Brebes, Harianbrebes.com,- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) melakukan penertiban puluhan bilik mesum di Obyek Pantai Randusanga Indah (Parin), Kamis (17/10). Satpol PP mencatat, 18 bilik mesum sudah dilakukan pembongkaran.

Sebelum dilakukan pembongkaran, petugas Satpol PP memergoki tiga pasangan ABG yang berstatus pelajar tengah asyik berduaan. Sepasang ABG diantaranya kedapatan sedang memadu asmara bahkan nyaris telanjang di dalam bilik berukuran 2×2 meter itu.

Kepala Satpol PP Brebes, Budi Darmawan mengatakan, dari hasil razia itu ditemukan 3 pasangan remaja yang masih sekolah tengah berduaan di bilik asmara sekitar pukul 12.15 WIB.

Usai terjaring razia Satpol PP, sepasang ABG yang nyaris telanjang itu dibawa ke kantor Satpol PP untuk membuat surat pernyataan.

Namun, kedua pasangan ABG yang hanya sebatas pegang-pegangan tangan oleh Sarpol PP diminta untuk pulang.

“Kepada yang bersangkutan, dibuat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi. Dan diberitahukan kepada pihak sekolah untuk diadakan pembinaan,” kata Budi di kantor Satpol PP, usai melakukan razia.

Sepasang ABG yang kedapatan nyaris telanjang dibilik mesum saat dimintai keterangan dikantor Satpol-PP.

Budi mengungkapkan, untuk tindakan penertiban warung-warung bilik asmara yang diduga untuk praktik asusila telah diadakan tindakan membongkar bilik-bilik asmara bersama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Brebes. Bagi pemilik sudah diberikan teguran keras, bilamana masih mengulangi lagi akan diadakan tindakan tegas sesuai peraturan yang berlaku.

“Tindakan tegas itu sesuai dengan yang berlaku Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban dan Ketentraman Umum Pasal 15 Tentang Tertib Asusila,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Satpol PP sudah sering melakukan penindakan terhadap warung esek-esek bilik asmara di kawasan wisata Parin itu. Bahkan pihaknya bersama pihak Polres Brebes dan Kodim Brebes pernah melakukan pembongkaran bilik-bilik mesum tersebut. Namun, para pedagang membandel dan kembali membuat bilik-bilik usai ditertibkan.

“Kami sering melakukan penindakan di wilayah wisata Parin, bahkan secara gabungan juga sudah, pembongkaran dulu sudah, tapi tidak sepenuhnya karena saat itu armada untuk mengangkut material,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata, Dinbudpar Brebes, Iskandar Agung menyatakan, Pantai Randusanga Indah merupakan tantangan terberat dalam upaya pengembangan pariwisata di Kabupaten Brebes.

Pasalnya, di tempat wisata itu masih berjejer warung esek-esek yang menghambat laju perekonomian wisata sebagai objek penyumbang PAD.

“Ini tantangan terberat kami untuk melakukan pengembangan pariwisata. Harus diakui memang tempat wisata itu sulit dibangun yang faktornya tidak lepas dari kondisi masyarakat,” kata Iskandar.

Iskandar melanjutkan, untuk menangani peliknya persoalan warung esek-esek di Pantai Randusanga, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Randusanga Kulon untuk menata warung-warung yang selama ini dijadikan ajang mesum. Keduanya sepakat untuk menata Pantai Randusanga lebih baik.

“Kami dengan pemerintah desa sudah mengatur langkah ke depannya. Karena, penataan tempat wisata ini sangat melibatkan masyarakat setempat,” pungkasnya. (Gust)

LEAVE A REPLY