Di Sungai Pemali Brebes, Ada Putri Duyung Dan Teluk Banyu Bening

o /

Brebes, Harianbrebes.com,- Saat ini musim kemarau panjang membuat sungai Pemali di Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes mulai mengering, bahkan batu- batu besar pun nampak dipermukaan.

Komarudin, warga Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mencoba untuk mengambil manfaat dari keringnya sungai Pemali.

Pasalnya, meski hanya menggunakan peralatan ukiran dan lempengan kayu, Komarudin yang akrab dipanggil Om ini mampu mengubah bentuk batu-batuan besar tersebut, menjadi sebuah ukiran mirip patung yang menakjubkan.

Beberapa batu besar dibawah jembatan Sungai Pemali tepatnya diperbatasan antara Desa Rengaspendawa dengan Desa Wanacala, Kecamatan Songgom sudah dirubah bentuk ukiran mirip patung yang indah, dan mengandung seni, diantaranya seperti ukiran buaya, wajah dan tengkorak manusia, serta putri duyung yang tengah bersandar di bebatuan Sungai Pemali.

Patung Putri Duyung sedang bersandar diantara bebetuan sungai Pemali.

Tak hanya itu, Oma dengan dibantu kakaknya, Arif saat ini tengah menyulap batuan besar menjadi patung ular sanca yang panjangnya sekitar 8 meter. Kemungkinan itu akan membutuhkan waktu sekitar 10 hari.

“Saya mengubah bentuk batu-batuan besar menjadi ukiran-ukiran patung ini, hanya iseng-iseng saya sama kakak saya saja saat sore sampai malam hari,” ujar Komarudin, Kamis (17/10).

Meski hanya iseng, lanjutnya, ukiran-ukiran patung yang sudah ia buat bersama kakaknya itu, setidaknya bisa untuk kenang-kenangan.

“Misal musim hujan sudah mulai tiba dan sungai pemali ini, airnya sudah mulai cukup meluap, ukiran-ukiran patung ini, bisa jadi akan hilang. Tapi, jika ternyata masih ada, setidaknya bisa untuk kenang-kenangan,” ucanya.

Pria yang sudah berkeluarga dan di karuniai dua orang anak ini, juga memiliki cukup banyak ukiran patung dari batu-batuan sungai pemali yang tersimpan dirumahnya.

Dia menuturkan, disekitar jembatan sungai Pemali tersebut ada sumber mata air yang sangat jernih.

Sumber mata air itu hanya akan nampak pada saat kemarau panjang. Warga setempat menyebutnya, ‘teluk banyu benging’. Selain bisa digunakan untuk kebutuhan air minum sehari-hari, sumber mata air itu juga digunakan untuk mandi.

“Enggak tau kalau pas musim hujan tiba dan air sungainya meluap, sumber mata air yang sangat jernih itu, akan hilang atau tidak. Mudah-mudahan sih masih ada, sehingga bisa bermanfaat,” ucap dia.

Selain penemuan sumber mata air yang sangat jernih, dirinya bersama warga desa setempat dan sekitarnya juga banyak menemukan kepingan-kepingan uang kuno, peluru, dan jimat di sekitaran jembatan sungai pemali tersebut.

“Menurut cerita, konon pada jaman penjajahan Belanda, di bawah jembatan sungai pemali ini tempatnya pembantaian. Makanya, banyak kepingan uang kuno dan peluru serta jimat yang ditemukan warga setempat dan sekitarnya. Itu semuanya disimpan oleh masing-masing warga yang menemukan,” jelasnya. (Gust).

LEAVE A REPLY