Tiga LSM Raih Award Forum Jateng Gayeng 2019

o /

Semarang, HarianBrebes.com,- Forum Jateng Gayeng (FJG) mengadakan Seminar dan Sarasehan dengan Tema Membangun Dialog Antar Masyarakat Untuk Meredam Konflik Sosial yang digelar di Aula Cendrawasih, Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah, Kamis, (17/10) di Semarang.

Dalam kegiatan itu, FJG yang merupakan Induk Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se- Jawa Tengah memberikan penghargaan (Award) kepada 3 (tiga) LSM yang dianggap terbaik dalam berkiprah untuk Masyarakat Jawa Tengah.

Ketiga LSM yang mendapat Award tersebut, yaitu LPBHNU Kudus dengan nominasi pertama pengumpul massa mencapai 35 ribu orang di Simpang Tujuh Kudus dengan dana patungan secara mandiri.

Kemudian untuk nominasi kedua diberikan kepada LSM Garis Jalan Lurus yang mampu melakukan Demo sebanyak 32 kali dan bisa beraudiansi sebanyak 21kali dengan berbagai lembaga di Jawa Tengah.

Terakhir, dengan nominasi penggagas terciptanya Kampung Pancasila yang dapat apresiasi mulai tingkat daerah hingga Nasional, yaitu LSM Gapura.

Ketua FJG, Akhmad Robani Albar SH, mengatakan penghargaan ini diberikan kepada Ormas dan LSM sebagai apresiasi atas kinerjanya yang luar bias.

“Jangan dilihat barangnya, tapi ini adalah penghargaan Kami untuk LSM dan Ormas yang berprestasi dan berkarya dengan baik untuk Masyarakat Jawa Tengah,” katanya.

Selain itu, Robani berharap tahun depan ada Ormas dan LSM lainnya yang bisa mendapat penghargaan sebagaimana yang diterima 3 (tiga) LSM saat ini.

“Kami terus memacu agar semua Ormas dan LSM bisa bergerak lebih maju. Insya Allah. Tahun depan ada dana stimulus bagi kegiatan LSM,”jelasnya.

Sementara itu, Pembina FJG, Joko Wahyudi yang masih berada diluar kota juga sempat menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini. Ia berharap dengan kegiatan seperti ini, bisa turut memperkuat NKRI, sehingga tidak terpapar faham radikalisme.

“Kami bangga atas kegiatan FJG, semoga bisa lebih maju. Terutama untuk turut menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.

Sedangkan, sebagai nara sumber Saresehan FJG, Rahmat Da’wah menjelaskan atas beberapa peristiwa yang terjadi di Indonesia, salah satunya disebabkan adanya idiologi Asing yang sengaja untuk merongrong kedaulatan NKRI.

“Mereka tidak henti-hentinya untuk melakukan Neo Imperialisme di Indonesia dengan berbagai cara, baik dengan Infiltrasi hingga Invasi secara Modern,” tegasnya.

Pihak asing, menurutnya, melakukan Neo Imperialisme ini semata-mata untuk menguasai Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia yang melimpah nan Kaya Raya.

“Indonesia kaya Sumber Daya Alamnya dan letaknya secara Geografis cukup strategis untuk perdagangan dunia, makanya pihak asing banyak yang tergiur untuk menguasainya,” imbuhnya.

Disisi lain, FJG sejak berdiri beberapa tahun lalu telah melakukan berbagai kiprahnya untuk turut memajukan Jawa Tengah. Dengan 400 LSM dan Ormas yang tergabung didalamnya, mereka tersebar diberbagai Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah. (TIM/Gust)

LEAVE A REPLY