Bupati Dan Ketua DPRD Brebes Ke TMII, Tak Sekedar Lihat Pentas Seni

Brebes, Harianbrebes.com,- Berkunjungnya Bupati Brebes, Idza Priyanti beserta Wakil Bupati Brebes, Narjo, Ketua DPRD Brebes, Moh Taufik dan Forkompinda, tak sekadar melihat pentas seni dan budaya Brebes. Tetapi ada yang lebih penting dari semua itu yakni merajut kebersamaan satu bersaudara keluarga Brebes.

“Saya bangga dan terharu bisa bersilaturahmi dengan warga Brebes yang merantau di Jabodetabek,” ungkap Idza dalam sambutan Pentas Seni dan Budaya Brebes di Anjungan Jawa Tengah, Minggu (27/10).

Menurut Bupati, ditengah kota Metropolitan ternyata warga Brebes masih bisa hidup bergotong royong menjalin silaturahmi. Perasaan senasib sepenanggungan kita kuat eratkan dengan jalinan silaturahmi.

“Alhamdulillah, persatuan dan kesatuan ini menjadi modal berharga untuk pembangunan Brebes. Ide ide dan gagasan cemerlang lahir dan telah diciptakan oleh masyarakat Brebes di Perantauan,” ungkapnya.

Ketua Majelis Silaturahmi Keluarga Brebes (Masigab) Carto MSi mengaku bangga dengan Pentas Seni Budaya yang menjadi alat perekat dan simpul persatuan dan kesatuan masyarakat Brebes di Perantauan.

Carto menunjukkan kepada  hadirin kalau Masigab telah berbuat untuk menjembatani antara masyarakat perantau Brebes dengan Pemerintah Kabupaten Brebes. Berbagai kegiatan sosial, ekonomi dan pendidikan telah dilakukan. Bidang sosial seperti pemberian bantuan air bersih,  pertolongan kepada masyarakat Brebes yang sakit ataupun korban KDRT, bidang ekonomi telah dibentuknya paguyuban UMKM Remojong, dan pendidikan akan membuat Kampung Literasi.

“Paguyuban perantau Brebes, ternyata ada 45 yang hadir pada kesempatan hari ini dengan jumlah sekitar 500 orang,” ujar Carto sembari mengabsen nama-nama  paguyuban dan ketuanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Brebes, Diding Setiyadi menjelaskan, pentas seni budaya mengusung tajuk Batu Batu Bertutur Takir. Tema ini mengeksplorasi kearifan ekologi
ekologi menjadi sumber ide  yang tak habisnya bagi ruang pertunjukan seni.

“Didalamnya mengetengahkan harmoni alam dan sifat manusia berkorelasi dengan ekologi. Salah satunya tersaji dalam musikalisasi musik batu yang menghasilkan nada nada yang mempesona,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Dinbudpar Brebes, Wijanarto menegaskan, bahwa Batu Batu Bertutur Takir merupakan kolaborasi etnik musik batu.

“Dan perkusi yang mengiringi sendratari kreasi dari Dewan Kesenian Brebes Wilayah Selatan bersama sanggar seni wilayah Selatan,” lanjutnya.

Kreasi garapan seniman kelas internasional asli Brebes Jimy Faizin, Uye, Agep Zulfikar tersebut disuguhkan sangat mengundang decak kagum. Termasuk para turis dari Korea dan Komisi C DPRD Jateng menikmatinya hingga usai pertunjukan.

Selain pentas Seni Budaya pertunjukan tahunan di TMII Jakarta juga digelar Bazar Produk Unggulan Lokal diantaranya aneka kuliner khas Brebes, seni kriya, Batik Brebesan / Salem, olahan kopi dan industri kreatif lainnya.

Stand bazar diisi OPD yang berkaitan dengan pembinaan UMKM seperti Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Koperasi, Usaha Menemgah dan Perdagangan, Dinas Perikanan, Dinas Peternakan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Juga Masigab, UMKM Remojong dan Warung Seafood Brebes di Jabodetabek. (BS/Wdn/Gust)

LEAVE A REPLY