Gabungan Organisasi Wanita Ikut Bertanggungjawab Tanggulangi Stunting

o /

Tumbuh kembang anak, tak lepas dari pantauan orang tua utamanya ibu. Gabungan Organisasi Wanita (GOW) yang beranggotan kaum ibu, tentu sangat dekat dengan pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya tahun demi tahun.

Tiga puluh persen anak balita di Indonesia terancam kondisi stunting yang dapat menghambat pertumbuhan fisik maupun perkembangan kemampuan kognitif dan intelektual anak.

Demikian itu seperti halnya yang disampaikan, Ketua GOW Kabupaten Brebes, Aqilatul Munawaroh di sela Seminar GOW di gedung IBI Brebes, Rabu (30/10).

“GOW turut peduli dan bertanggungjawab kondisi stunting yang disebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan asupan nutrisi selama 9 bulan saat anak di dalam kandung ibu atau selama masa pertumbuhan kritis, yaitu 1.000 hari pertama dalam hidup anak,” katanya.

Gawatnya, kata Aqilah, kekurangan gizi pada masa kanak-kanak berkonsekuensi bukan saja di usia kecil anak, tetapi berdampak pada sepanjang hidupnya.

Menurutnya, stunting memengaruhi kapasitas belajar pada usia sekolah, nilai dan prestasi sekolah, upah kerja pada saat dewasa, risiko penyakit kronis seperti diabet, morbiditas dan mortalitas, dan bahkan produktivitas ekonomi.

Masih kata Aqilah, persoalan stunting atau pertumbuhan anak yang terhambat (kekerdilan) merupakan masalah global yang dihadapi banyak negara. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa pada tahun 2016 sekitar 155 juta (23 persen) anak di dunia mengalami stunting.

Di Indonesia, lanjutnya, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa pada 2018 prevalensi balita yang mengalami stunting sebesar 30,8 persen, atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia.

“Mari kita perhatikan anak-anak, cucu-cucu kita, terutama saat 1000 hari pertama masa kehidupan,” ajak Aqilah.

Seminar dihadiri 200 anggota dari 29 organisasi wanita se Kabupaten Brebes. Diharapkan, setiap organisasi mampu mentransfer informasi yang didapatkan kepada anggota organisasinya masing-masing. Sehingga masyarakat mampu berpartisipasi aktip dalam penanggulangan masalah stunting di Kab Brebes.

Selain Seminar, dalam rangka HUT GOW, juga telah dilaksanakan berbagai kegiatan diantaranya bersih-bersih Pantai Randusanga Indah (Par In), bakti sosial dengan memberikan santunan kepada para penghuni panti pelayanan sosial di Klampok sebanyak 90 “mbah putri dan mbah kakung”, jalan sehat bersama Bupati Brebes.

“Puncaknya dengan mengadakan seminar sehari tentang peran perempuan dalam penanggulangan masalah stunting di Kabupaten Brebes,” pungkasnya.

Bupati Brebes, Idza Priyanti berharap, dengan ulang tahun ke-56, GOW akan semakin maju dan mampu berkiprah dalam pembangunan daerah.

“Selamat dan sukses, semoga GOW makin maju dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah,” pungkasnya. (Wasd/Gust)

LEAVE A REPLY