Tekan Inflasi, TPID Kota Samarinda Akan Borong Bawang Merah Brebes

o /

Brebes, Harianbrebes.com,- Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur berupaya membeli bawang merah untuk menekan inflasi didaerahnya. Pasalnya, produksi bawang merah di Samarinda tidak mecukupi dan bahkan cenderung kurang dan sulit mendapatkannya, kalaupun ada harganya sangat tinggi.

Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Pemkab Brebes untuk pembelian bawang merah terutama menjelang natal dan tahun baru.
Demikian disampaikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang juga Asisten II Pemkot Samarinda Endang Liansyah kepada Bupati Brebes, Idza Priyanti saat berkunjung ke Brebes, Senin, (11/11) kemaren.

Endang akan menjajaki kerjasama dengan Pemkab Brebes karena dalam waktu dekat akan membeli bawang merah Brebes untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru 2020.

Ia juga menyebut ada sejumlah bentuk kerja sama yang akan dilakukan antara Pemkot Samarinda dan Pemkab Brebes. Salah satunya membuat perjanjian kerja sama pembelian bawang merah secara reguler.

Bupati Brebes, Idza Priyanti berharap, kunjungan TPID Kota Samarinda akan membawa manfaat bagi Brebes dan Samarinda. Bupati yakin, lewat kerja sama yang baik di kedua belah pihak akan mendatangkan keberkahan dan membawa kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat kedua belah pihak.

“Semoga kunjungan ini bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya baik bagi pemerintah Kabupaten Brebes maupun Pemerintah Kota Samarinda,” ungkap Bupati.

Idza meminta maaf kepada rombongan dari Samarinda karena tidak bisa mendampingi sampai selesai. Pasalnya harus menghadiri Sidang Paripurna DPRD.

“Nanti Pak Wakil Bupati, bisa mendampinginya sampai tuntas,”  ucapnya.

Setelah diterima Bupati, Endang Liansyah didampingi Wakil Bupati Brebes, Narjo dan sejumlah pejabat lainnya, melihat tanaman bawang merah di Desa Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Juga melihat pembuatan Bawang Merah Pasta yang dikelola badan usaha milik petani dengan nama PT Sinergi Brebes Inovatif.

“Bawang Pasta ini sekarang sedang mempersiapkan pesanan dari Arab Saudi sebanyak 4 ton berupa bawang merah pasta yang sudah dikemas sesuai dengan standar kelayakan ekpor,” tutur Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Brebes Juwari.

Juwari menambahkan, bahwa harga bawang merah saat ini cukup tinggi mencapai Rp 21 ribu perkilogramnya.

“Sayangnya, sedang menurun produktifitasnya akibat musim kemarau yang berkepanjangan sehingga terlambat tanam. Hanya sedikit saja petani yang tanam bawang karena kesulitan air,” ucapnya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Staf Ahli Bupati, Chozanah, Kepala Pertanian Ketahanan Pangan, Yulia Hendrawati, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Zaenudin serta tamu undangan lainnnya. (Hms/Gust)

LEAVE A REPLY