22 Orang Keracunan Usai Kegiatan Posyandu, Bupati Brebes : Ini Musibah

o /

Brebes, Harianbrebes.com,- Penyebab meracunan massal usai kegiatan posyandu di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes belum bisa dipastikan. Hal demikian, karena penyebab pastinya masih menunggu hasil laboaratorium medis.

Dari 173 orang yang menyantap bubur ayam saat kegiatan posyandu itu, terdapat 22 orang yang diantaranya didominasi dari anak-anak mengalami muntah-muntah dan langsung dilarikan ke Puskesmas Bantarkawung.

Guna melihat langsung kondisi warganya yang keracunan massal itu Bupati Brebes, Idza Priyanti pun mendatangi Pukesmas tersebut. Kedatangan Bupati juga untuk memastikan bahwa mereka benar-benar mendapatkan pengobatan gratis.

“Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes pun memastikan seluruh korban digratiskan biaya pengobatan,” ujar Idza, Minggu (24/11) kemaren.

Dari 22 korban keracunan, Bupati hanya mendapati mereka yang tinggal 9 orang masih dalam perawatan. Menurut Idza, sebagian dari mereka sudah membaik.

“Alhamdulillah, mereka kondisinya sudah semakin membaik. Baik anak-anak maupun yang dewasa sudah rebahan,” ucapnya.

Bupati mengajak para petugas Posyandu terlebih dahulu mengecek makanan yang disajikan disaat pelayanan Posyandu. Hal itu, sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi kejadian serupa.

“Ini musibah, namun harus menjadi perhatian kita bersama sehingga kedepan perlu ada tes makanan yang akan dikonsumsi,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes Brebes, Sartono yang turut mendampingi mengatakan, penyebab muntah-muntah warga Desa Bangbayang belum bisa dipastikan. Akan tetapi, kecenderungannya bukan dari bubur ayam.

“Ini logika dasar saja ya, yang mengkonsumsi bubur ada 173, yang muntah ada 22 orang. Tidak sampai 50 persen. Sehingga kecenderungannya ke bungkus makanannya. Tapi penyebab pastinya perlu menunggu hasil laboaratorium medis,” jelasnya.

Sartono mencontohkan, ada pasien ibu dan anak yang mengkonsumsi bubur. Si anak yang mengkonsumsi sampai habis, justru tidak muntah-muntah.

“Contohnya itu, si Ibu yang makan sedikit malah muntah. Sedangkan Si Anak yang makan sampai habis tidak muntah sama sekali. Karena bungkusnya kan dari styrofoam,” imbuhnya. (Hms/Gust)

LEAVE A REPLY