Dipastikan Limbah Cair B3, DLHPS Berkirim Surat Ke PT. RUM

Brebes, Harianbrebes.com,- Setelah melakukan penelitian sempel cairan limbah serta tanah yang terkontaminasi itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes memastikan bahwa limbah cair yang dibuang di sekitar bantaran Kali Pedes Dukuh Satir, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu masuk kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Kepala DLHPS Brebes, Edy Kusmartono memastikan limbah cair itu merupakan limbah hasil produksi pabrik tekstil, dan termasuk kategori bahan berbahaya dan beracun (B3).

Berdasarkan petunjuk berupa segel dengan logo dan tulisan PT. Rayon Utama Makmur (RUM) bernomor 1803425 yang ditemukan warga, akhirnya DLHPS Brebes mengirimkan surat ke PT. RUM untuk meminta keterangan tertulis.

“Itu limbah tekstil. Makanya, kami berkirim surat ke perusahaan yang namanya tercantum dalam segel yang ditemukan di lokasi untuk dimintai keterangan tertulis,” kata Edy, saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (2/12/2019).

DLHPS Brebes, kata Edy, juga berkoordinasi dengan bidang pengelolaan limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jateng. Dan saat ini, Pihak DLH Jateng sedang melakukan proses penyelidikan.

Edy menjelaskan, limbah cair B3 yang dibuang oleh oknum tak dikenal itu telah mencemari lahan seluas 200 meter persegi. Selain itu, seluruh tanaman yang berada di lahan tercemar limbah juga mati.

“Itu limbah bahan berbahaya beracun (B3). Pengelolaannya harus mendapat perlakuan khusus sesuai aturan. Tidak bisa dibuang sembarangan,” tegasnya.

Pembuangan limbah yang masuk kategori B3 secara sembarangan di lokasi seperti itu, berarti pelaku pembuangan telah melanggar aturan UU RI No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Diberitakan sebelumnya, Babinsa setempat bersama dengan sejumlah warga setempat yang datang ke lokasi pembuangan limbah itu menemukan segel yang tercantum nama PT. Rayon Utama Makmur (RUM) dengan nomor segel 1803425.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, limbah itu sengaja dibuang oleh orang tak dikenal, Rabu (27/11), di sekitar bantaran Kali Pedes hingga cairan (limbah) yang mengalir ke tanah yang lebih rendah itu menyebabkan areal seluas 200 meter menjadi tercemar.

Dugaan sementara pembuangan dilakukan pada tengah malam karena di tempat ini tidak ada aktivitas orang. Bahkan menurut Karso, pembuangan limbah seperti itu sudah ketiga kalinya. (Gust)