Politik Santun, Gofur; Desa Pebatan Butuh Pemimpin Yang Pengalaman

Brebes, Harianbrebes.com,- Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang kedua di Kabupaten Brebes tinggal beberapa hari lagi.  Yaitu, pelaksanaan pemungutan suara Pilkades di 108 Desa se-kabupaten Brebes akan diadakan pada tanggal 15 Desember 2019.

Begitu juga Pilkades Pebatan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang saat ini sudah memasuki tahapan paling krusial, yakni sudah memasuki penetapan calon kades, penetapan DPT,  penyampaian visi misi dan pengundian nomor urut calon di Kantor Desa setempat.

Sebagaimana diketahui, diantara sejumlah calon kades yang akan meramaikan bursa pilkades Pebatan, ada sosok pemuda ingin masa depan desanya jauh lebih baik, dan jauh lebih maju lagi.

Adalah Muhammad Abdul Ghofur, yang diketahui merupakan Cakades yang berpengalaman selama delapan tahun dalam mengawal program dana desa, yaitu sebagai Pendamping Desa. Bahkan, hampir setiap harinya, Gofur selalu berkecimpung di kegiatan desa, mulai kegiatan pemberdayaan, pembangunan dan penataan adminstrasi desa.

“Kita memang tidak bisa menutup mata, desa kita ini membutuhkan orang yang pengalaman dalam mengelola dana desa, peduli dan besar hati memperjuangkan kepentingan warga dan masa depan desanya, bukan kepentingan pribadinya semata,” kata Gofur, Senin (2/12).

Gofur mengaku akan menjadikan desanya lebih inovatif, transparan, akuntabel dan partisipatif dalam pelaksanaan pembangunannya. Oleh karena itu, memilih atau menoblos Cakades yang tepat adalah salah satu jalan untuk bisa mewujudkan visi dan misi pemimpin desanya demi kesejahteraan warga dan kemakmuran masyarakat.

“Kami yakin warga Desa Pebatan adalah pribadi-pribadi cerdas, sehingga mampu memilih calon pemimpin didesanya yang mampu mewujudkan visi dan misinya yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat desanya.

“Terutama, yang perlu diperhatikan itu para pemuda, kaum perempuan, kaum marjinal (terpinggirkan), kaum fakir miskin dan kaum difabel (berkebutuhan khusus) yang selama ini kurang mendapat sentuhan Dana Desa,” ungkap Cakades nomer urut Dua.

Sebagai Ketua Ranting Pemuda Ansor Desa Pebatan, Gofur juga menyinggung organisasi pemuda seperti Ansor, Karang Taruna dan lainnya yang menurutnya masih perlu mendapat dukungan dari Pemerintah Desa. Karena, menurutnya, di dalam Dana Desa sudah ada anggaran untuk pemberdayaan. Tak hanya itu, Bumdes (badan usaha milik desa) Pebatan yang mati suri, juga perlu dibangkitkan lagi agar bisa meningkatkan ekonomi masyarakat desanya.

“Pemuda Desa harus diperhatikan, karena kemajuan desa ada pada mereka. Karena pemuda yang visioner, memiliki daya dobrak untuk melakukan perubahan, dan mempunyai kemampuan manajerial yang baik. Kita harus tahu vitalnya peran kepala desa, karena proses memilih pemimpin itu semacam pertaruhan akan masa depan desa. Dan momentumnya adalah Pemilihan Kepala Desa (pilkades),” tegasnya.

Selain itu, dalam proses pesta demokrasi (Pilkades) kali ini, dirinya mengaku yakin dengan segenap usaha yang sudah dilakukan akan lebih banyak lagi Desa Pebatan mendukung dan mensukseskan dirinya.

“Sebagai calon kepala desa, usaha maksimal yang saya lakukan, tentunya bisa meraih lebih banyak suara dari suara sebelumnya” ucap Gofur.

Ia berharap, pasca Pilkades, nantinya setiap warga masyarakat tetap bersama-sama membangun desanya. Politik santun, menurutnya, adalah hal yang perlu dilakukan untuk dirinya bisa memenangkan pemilihan kali ini.

“Kami mengunakan cara yang santun, karena dengan melalui persaingan yang sehat, santun dan damai serta penuh rasa keyakinan diri, kami yakin bisa menang dalam pemilihan kali ini. Dan dengan begitu, nantinya Pilkades Pebatan tetap damai,” pungkasnya. (Gust)