Jalingkut Brebes Ditargetkan Bisa Dilalui Kendaraan Mudik Lebaran Mendatang

>

Brebes, Harianbrebes.com,- Proyek pembangunan jalan lingkar utara (Jalingkut) Brebes-Tegal yang telah dimulai sejak awal Januari 2020 ini, ditargetkan bisa fungsional saat arus mudik lebaran mendatang.

Tercapainya target fungsional saat lebaran tersebut ditentukan dengan selesainya pembangunan lima titik jembatan Jalingkut yang menghubungkan Kabupaten Brebes dengan Kota Tegal. Demikian seperti halnya yang disampaikan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VII Semarang, Ahmad Cahyadi saat ditemui sejumlah wartawan.

“Ada lima titik jembatan yang dibangun sepanjang Jalingkut. Ini kita kebut jembatannya dulu agar bisa dilalui kendaraan saat arus mudik lebaran sebagaimana target dari Menteri PUPR,” kata Cahyadi, saat meninjau pembangunan Jalingkut di Brebes, Kamis (23/1/2020).

Dari lima titik jembatan tersebut, menurutnya, ada satu titik jembatan yang sudah selesai dibangun, namun belum bisa dilalui kendaraan. Tepatnya, jembatan itu berada di Kaligangsa, Brebes. Hal tersebut, dikarenakan konstruksi bangunan jembatan masih belum kuat.

Untuk mengantisipasi hal itu, nantinya di titik tersebut akan dibuatkan jembatan sementara berupa jembatan bailey yang terbuat dari rangka baja. Sehingga kendaraan tetap bisa melintas Jalingkut dari Brebes ke Tegal atau sebaliknya.

“Jembatan bailey itu meski sementara tapi kuat. Kendaraan ukuran berapapun bisa melintas. Karena bahannya itu dari rangka baja. Sehingga aman dilewati,” jelasnya.

Cahyadi menuturkan, kontrak pelaksanaan pembangunan Jalingkut Brebes-Tegal tersebut sampai Desember mendatang. Kendati demikian, pihaknya ingin memastikan semua tahapan pekerjaan terlaksana dengan baik. Terlebih adanya target fungsional dari Menteri PUPR saat lebaran mendatang.

“Nantinya pembangunan jembatan dilakukan serentak berbarengan agar bisa selesai. Namun tetap yang satu jembatan itu, di Kaligangsa, belum bisa dilalui. Sehingga nanti pakai jembatan bailey,” ujarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan nasional Brebes-Tegal Bina Marga Wilayah 1 Jawa Tengah, Yudi Harto Suseno menambahkan, saat ini proyek nasional tersebut dalam tahap pembersihan dan penimbunan material.

Meski sudah fungsional saat lebaran nanti, kata Yudi, bukan berarti pembangunan Jalingkut sepanjang 17 km tersebut sudah selesai. Nantinya, sebagian Jalingkut sudah berupa aspal.

“Sebagian sudah berupa rigit aspal. Namun sebagian lagi masih berupa timbunan tanah. Tapi tetap aman dilalui kendaraan,” tambahnya.

Proyek pembangunan Jalingkut Brebes-Tegal sepanjang 17,005 kilometer tersebut sempat mangkrak selama bertahun-tahun. Proyek Jalingkut itu kali pertama dimulai pembangunannya oleh PT Bumiredjo pada 2010 lalu dengan total anggaran Rp 205 miliar.

Namun, proyek itu berhenti di tengah jalan saat proses pembangunan baru mencapai 48 persen. PT Bumiredjo selaku kontraktor menghentikan pekerjaan karena pemerintah tidak membayar selama dua bulan. Karena itu, persoalan tersebut akhirnya dibawa ke jalur hukum.

Panjang ruas Jalingkut yang mencapai 17 kilometer, meliputi wilayah Kabupaten Brebes dan Kota Tegal. Yakni, mulai dari Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Brebes hingga Kelurahan Muarareja Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.

Dari panjang Jalingkut, ruas jalan yang masuk wilayah Brebes mencapai 12 kilometer mulai dari Bangsri hingga Kaligangsa Wetan, Kecamatan Brebes. Sisanya masuk wilayah Kota Tegal. (Nal/Gust)