DKV Udinus Gelar “Black Hole”

0
Suasana pameran Black Hole di kampus Udinus Semarang.

Semarang, Harian Jateng – Cakupan keberhasilan suatu perguruan tinggi tidak hanya sebatas menghasilkan lulusan yang dapat tersaring dan masuk di dunia kerja, namun juga menelurkan fresh graduate yang dapat mewarnai dunia sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni.

Harapan inilah yang ingin diwujudkan oleh mahasiswa tingkat akhir Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), yang menggelar pameran karya pada Senin-Rabu (22-24/2/2016) di Gedung H Udinus.

“Kami memang rutin mengadakan pameran karya untuk mahasiswa yang telah menempuh tugas akhir (TA) ini. Karena pameran ini adalah syarat untuk menempuh sidang skripsi/TA, yang nantinya akan menghasilkan sarjana-sarjana desain yang kompeten dibidangnya. Tidak hanya berhenti di tampilan visual saja, namun juga konsep yang brilian, untuk lingkup semarang, nasional, maupun internasional,” papar Godham Eko Saputro, M.Ds selaku dosen koordinator pameran.

Pameran diberi tema monokrom dengan judul “Black Hole” ini, ingin merepresentasikan keberadaan 50 orang peserta pameran, yang juga mahasiswa tingkat akhir,  berada dalam satu lubang yang sama, beradaptasi dengan dunia desain, dan saat telah lulus nanti mereka harus bisa mempertahankan diri untuk terus eksis di dunia kerja.
“Berbagai macam tampilan disuguhkan di pameran ini, sesuai peminatan masing-masing mahasiswa. Diantaranya corporate identity, branding, iklan layanan masyarakat (ILM), media promosi, multimedia, dan game,” tambah Godham.

Salah satu peserta pameran, yang menampilkan ILM adalah Enggar Palupi. Tema yang diangkat adalah mengenai cara mengenali jenis-jenis bahan makanan tambahan berbahaya. Enggar menuangkannya dalam bentuk media presentasi digital, dengan iklan stopmotion yang berisi infografis.

“Target dari ILM ini adalah ibu-ibu rumah tangga dan anak-anak, sehingga saya kemas dengan informatif dan menarik. Agar nantinya tujuan dari ILM ini tepat dan cepat tercapai,” tuturnya. Nantinya ILM ini akan diedarkan di puskesmas, kegiatan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di daerah-daerah, serta kegiatan mobiling dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Semarang. (Red-HJ99/Agus Tri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here